Hujan deras yang melanda Kota Bekasi memicu banjir di tujuh titik, memaksa 101 kepala keluarga mengungsi dari rumah mereka di Kelurahan Pejuang dan Kali Baru.
BPBD Kota Bekasi sigap mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta selimut. Warga diimbau tetap waspada, terutama anak-anak dan lansia, serta melaporkan genangan yang meningkat. enanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak banjir.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Banjir Rendam Bekasi, 101 KK Dievakuasi
Sebanyak 101 kepala keluarga (KK) di Kota Bekasi, Jawa Barat terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat terdampak banjir. Warga yang mengungsi mayoritas berasal dari Kelurahan Pejuang dan Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medansatria.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Idham Khalid, menjelaskan bahwa pengungsian terjadi pada 100 KK di RT 017 RW 017 Kelurahan Pejuang dan 1 KK di aula Kelurahan Kali Baru. Mereka membutuhkan tempat aman sementara hingga genangan surut.
BPBD segera menyiapkan bantuan logistik untuk para pengungsi. Menurut Idham, pihak terkait telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar warga, termasuk makanan siap saji, air bersih, dan selimut, untuk mengurangi dampak langsung dari banjir.
Banjir Landa Tujuh Titik di Bekasi
BPBD Kota Bekasi mencatat ada tujuh titik banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan hingga pukul 10.00 WIB. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Medansatria, Bekasi Timur, dan Rawalumbu.
Idham Khalid menyebutkan, genangan terjadi di beberapa jalan dan pemukiman yang biasanya menjadi lokasi rawan banjir. Meskipun sebagian besar genangan masih terpantau sedang, warga tetap diminta untuk berhati-hati, terutama anak-anak dan lansia.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, mengingat tingginya curah hujan sejak dini hari yang terus menggenangi wilayah permukiman dan akses transportasi lokal.
Baca Juga: Sitaro Bangkit! Relokasi Jadi Prioritas Usai Tanggap Darurat Banjir Bandang
Hujan Deras Picu Banjir di Bekasi
Menurut laporan BPBD, banjir yang melanda Kota Bekasi pada Minggu, 18 Januari 2026, terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak dini hari. Hujan lebat menyebabkan beberapa titik mengalami genangan yang cukup mengganggu aktivitas warga.
Idham menjelaskan, sejumlah saluran air tersumbat dan drainase yang tidak mampu menampung volume air menjadi faktor pemicu meluasnya genangan. Petugas BPBD langsung turun ke lokasi untuk menilai kondisi dan mengambil langkah penanganan.
Selain itu, pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan RW dan RT setempat untuk memastikan warga terdampak segera dievakuasi ke tempat aman dan tidak terjadi korban jiwa atau kehilangan harta benda.
Penanganan Banjir dan Evakuasi Warga
Tim 1 BPBD Kota Bekasi telah melakukan evakuasi warga terdampak banjir. Sebanyak 101 KK telah dipindahkan ke lokasi pengungsian sementara, dengan fasilitas logistik yang memadai.
Selain mengevakuasi warga, petugas juga melakukan pemantauan di titik-titik banjir lain. Upaya ini mencakup pengecekan kondisi drainase, pengaturan arus lalu lintas, serta koordinasi dengan relawan dan aparat setempat untuk memastikan keamanan warga.
Idham menegaskan, BPBD akan terus memantau perkembangan curah hujan dan siap menyiagakan tim darurat jika banjir kembali meluas. Warga diimbau tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan genangan di lingkungan masing-masing.
Jangan lewatkan update berita seputaran Indonesia Darurat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari metrotvnews.com
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com
