Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diguncang gempa berkekuatan 5,2 SR pada Minggu malam (22/2/2026), getaran terasa hingga Kota Padang.
BMKG melaporkan episentrum berada 110 km barat daya Agam dengan kedalaman 29 km. Meski guncangan cukup kuat, belum ada laporan kerusakan atau korban. Warga diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Gempa 5,2 SR Guncang Agam, Warga Terkaget
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 pada Minggu malam (22/2/2026). Guncangan gempa terasa hingga Kota Padang dan wilayah Kepulauan Mentawai, membuat warga sempat panik dan keluar rumah untuk mencari tempat aman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, episentrum gempa berada di koordinat 0,74 Lintang Selatan dan 99,14 Bujur Timur, atau sekitar 110 kilometer barat daya Agam. Kedalaman gempa dilaporkan 29 kilometer, tergolong dangkal sehingga guncangan terasa cukup kuat di permukaan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan serius atau korban jiwa akibat gempa. Warga diminta tetap waspada, namun tidak perlu panik karena getaran bersifat sedang dan belum menimbulkan kerusakan struktural signifikan.
Guncangan Terasa Hingga Padang dan Mentawai
Sejumlah warga melaporkan guncangan gempa terasa jelas di Kota Padang. “Terasa menghentak dan bergoyang,” kata Titin, seorang warga Padang. Getaran yang cukup kuat membuat banyak warga spontan keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar.
Tak hanya di daratan Sumatera Barat, Kepulauan Mentawai juga merasakan dampak gempa. “Di Betaet terasa goyangannya. Saat ini masyarakat standby di rumah masing-masing,” ujar Sartoli Tapoleuru melalui laporan di grup bencana lokal.
Warga di Siberut Utara, tepatnya Sikabaluan, juga merasakan guncangan signifikan. Dhensa Puspita, salah seorang penduduk, menyatakan bahwa meski kuat, warga tetap tenang dan memilih menunggu informasi resmi dari BMKG sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Baca Juga: Mendagri Akui Pemulihan Bencana Aceh Masih Hadapi Banyak Kendala
Respon Warga dan Pemerintah Setempat
Masyarakat di kawasan terdampak melakukan langkah antisipasi sederhana, seperti meninggalkan bangunan tinggi dan berkumpul di tempat terbuka. Hal ini sesuai dengan prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi, mengingat gempa dangkal bisa menimbulkan guncangan yang terasa kuat.
Pemerintah Kabupaten Agam dan Kota Padang juga langsung menyiagakan petugas untuk memantau situasi. Petugas dari BPBD setempat melaporkan hingga saat ini belum ditemukan kerusakan berarti, namun tim tetap siaga untuk menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Selain itu, pihak keamanan menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap gempa susulan dan tidak mudah terpancing informasi tidak resmi. Koordinasi antara BPBD, aparat desa, dan aparat kepolisian tetap berjalan agar situasi tetap terkendali.
Peringatan Gempa Dari BMKG
BMKG menegaskan bahwa gempa berkekuatan 5,2 magnitudo ini terjadi pada pukul 22:35:41 WIB. Lokasi episentrum 110 km barat daya Agam, Sumbar, dengan kedalaman 29 km, termasuk kategori gempa dangkal yang umumnya dirasakan di wilayah sekitarnya.
Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami karena magnitudo dan kedalaman yang relatif sedang. Meskipun guncangan terasa hingga Padang dan Mentawai, risiko kerusakan besar rendah, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap gempa susulan.
BMKG juga menghimbau warga untuk memastikan bangunan aman dan menyiapkan jalur evakuasi darurat. Informasi terbaru akan terus diperbarui di situs resmi BMKG, sehingga masyarakat bisa memantau perkembangan seputar gempa bumi secara akurat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com
