Kota Denpasar dilanda cuaca ekstrem yang membawa dampak serius bagi warga dan menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah kota.
Peristiwa tragis menimpa seorang anak yang terluka akibat tertimpa pohon, sementara angin puting beliung dan hujan deras merusak puluhan rumah di berbagai wilayah.
Berikut ini, Indonesia Darurat akan menjadi peringatan keras akan kerapuhan kita di hadapan kekuatan alam, sekaligus menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana.
Pohon Tumbang Dan Korban Anak Di Denpasar Barat
Pada Selasa (20/1/2026), sekitar pukul 06.30 Wita, sebuah insiden pohon tumbang mengguncang Jalan Pulau Salawati, Denpasar Barat. Sebuah pohon besar menimpa rumah warga dan mengenai seorang anak berusia 9 tahun yang saat itu sedang bersiap berangkat ke sekolah. Kejadian ini meninggalkan luka mendalam bagi korban dan keluarganya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah dan tubuh lainnya. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Surya Husada untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxsmy Saraswaty, membenarkan kejadian ini dan mengungkapkan bahwa korban sedang bersiap ke sekolah saat musibah terjadi.
Laxsmy menyatakan bahwa biaya perawatan korban telah tercover oleh BPJS Kesehatan keluarga. Selain itu, bantuan sandang juga telah disalurkan kepada keluarga. Penanganan cepat dan terkoordinasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD Denpasar, Dinas Kesehatan, Damkar, DLHK, Disdikpora, serta Dinsos, menunjukkan respons pemerintah yang sigap.
Angin Puting Beliung Dan Kerusakan Meluas
Selain pohon tumbang, Denpasar juga diterjang angin puting beliung disertai hujan deras pada dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Bencana ini menghantam sedikitnya 35 titik di wilayah Sanur, Sidakarya, dan Kesiman, menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga.
Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Anom Surya Kencana, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, kerusakan menimpa 27 kepala keluarga atau total 114 jiwa. Ia menambahkan bahwa di Sanur Kauh terdapat 15 rumah rusak. Di Sidakarya sekitar 50 rumah terdampak, dan di Kesiman ada 24 rumah.
Jenis kerusakan bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat, meliputi atap roboh, pohon tumbang, hingga pelinggih jatuh. Beruntungnya, BPBD Denpasar memastikan tidak ada korban luka akibat angin puting beliung ini. Penanganan difokuskan pada pembersihan pohon tumbang dan material yang menghambat akses warga.
Baca Juga: Banjir Terjang Kuwum Tabanan, Ibu-Anak Dilaporkan Hilang
Analisis BMKG, Monsun Asia Dan Pertemuan Angin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia. Fenomena ini diperparah dengan adanya pertemuan angin (konvergensi) dan kelembapan udara yang tinggi hingga lapisan 200 mb di sekitar wilayah Bali.
Kondisi tersebut sangat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan lebat dan angin kencang. Ketua Tim Kerja Operasional Meteorologi Wilayah III Denpasar, I Wayan Musteana, menyatakan bahwa kecepatan angin mencapai 70 kilometer per jam atau setara 38 knot. Ini menunjukkan intensitas cuaca yang sangat kuat.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, menambahkan bahwa Monsun Asia yang aktif, ditambah dengan pertemuan angin dan kelembapan udara tinggi. Meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. BMKG juga mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Bali pada 21-27 Januari 2026, dengan potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, petir, serta gelombang laut tinggi.
Imbauan Kewaspadaan Dan Kesiapsiagaan
Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung tetap tinggi. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Periksa kondisi rumah, pastikan saluran air lancar, dan amankan benda-benda yang berpotensi terbawa angin. Bagi yang tinggal di daerah rawan, pertimbangkan untuk menyiapkan rencana evakuasi.
Dukungan dan kerja sama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem ini. Dengan kepedulian bersama, diharapkan Denpasar dapat melewati masa sulit ini dengan minimalisir kerugian.
Tetap selangkah lebih cepat dengan update Indonesia Darurat dan informasi penting yang membuka wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.com
