Banjir kronis masih menjadi persoalan utama yang membelit warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Setiap musim hujan tiba, genangan air hampir selalu merendam permukiman warga, bahkan kerap bertahan selama berhari-hari. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan memicu kekhawatiran berkepanjangan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Setiap Hujan Deras, Permukiman Warga Terendam
Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya banjir di Katimbang. Sistem drainase yang tidak memadai membuat air hujan tidak mampu mengalir dengan lancar, sehingga meluap ke jalan dan rumah warga. Dalam beberapa jam hujan deras, genangan air dapat mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
Banjir tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi meluas ke berbagai sudut permukiman. Jalan utama, gang-gang kecil, hingga fasilitas umum kerap tergenang, menyulitkan mobilitas warga. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, sementara orang dewasa terhambat untuk bekerja.
Warga mengungkapkan bahwa banjir sering kali datang secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras disertai air kiriman dari wilayah sekitar. Kondisi ini membuat mereka harus selalu siaga, terutama pada malam hari ketika hujan turun tanpa henti.
Dampak Sosial dan Ekonomi yang Terus Membesar
Banjir kronis membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga Katimbang. Banyak warga mengaku mengalami kerugian material akibat perabot rumah tangga dan peralatan elektronik rusak terendam air. Kerugian tersebut terus berulang setiap tahun.
Selain kerugian materi, banjir juga berdampak pada kesehatan. Lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dalam waktu lama berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti gatal-gatal, diare, hingga demam berdarah. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan.
Dari sisi ekonomi, banjir membuat aktivitas usaha warga terganggu. Pedagang kecil terpaksa menutup usahanya, sementara pekerja harian kehilangan penghasilan karena tidak bisa beraktivitas. Kondisi ini semakin memperberat beban hidup masyarakat.
Baca Juga: Jakarta Lumpuh! Banjir Gila-Gilaan Bikin Macet Total, Polisi Putar Otak!
Penanganan Sementara Dinilai Belum Menyentuh Akar Masalah
Selama ini, penanganan banjir di Katimbang dinilai masih bersifat sementara. Normalisasi drainase dan pembersihan saluran air kerap dilakukan, namun belum mampu mengatasi masalah secara menyeluruh. Banjir tetap datang setiap kali hujan deras mengguyur.
Warga menilai penyebab banjir tidak hanya soal drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan buruknya sistem tata air. Pembangunan yang tidak diimbangi dengan infrastruktur pengendali banjir membuat wilayah Katimbang semakin rentan terendam.
Meski sejumlah program telah dijanjikan, warga berharap penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Mereka menginginkan solusi nyata yang mampu mengurangi bahkan menghilangkan banjir, bukan sekadar respons darurat saat bencana terjadi.
Harapan Warga pada Solusi Nyata dan Berkelanjutan
Warga Katimbang berharap pemerintah segera merealisasikan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir kronis. Pembangunan sistem drainase terpadu, kolam retensi, serta pengendalian aliran air dinilai menjadi langkah penting yang perlu segera dilakukan.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan proyek penanganan banjir juga dianggap penting. Warga ingin suara dan pengalaman mereka didengar agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Banjir kronis di Katimbang bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup warga. Masyarakat berharap derita yang telah berlangsung lama ini dapat segera berakhir, digantikan dengan rasa aman dan kepastian hidup yang lebih baik.
Jangan lewatkan update berita seputaran Indonesia Darurat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari radarbanyuwangi.jawapos.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com
