Evakuasi Korban Longsor Gunung Burangrang Terkendala Bebatuan
Evakuasi korban longsor di Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, terhambat oleh bebatuan besar yang menutupi jalur utama.
Tim SAR bersama warga setempat berupaya mengevakuasi korban meski menghadapi medan ekstrem dan risiko longsor susulan. Tim medis siaga untuk memberikan pertolongan pertama, sementara posko darurat disiapkan untuk logistik dan informasi keluarga korban. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada, menjaga jarak dari lokasi rawan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Evakuasi Longsor Burangrang Terhambat Bebatuan
Evakuasi korban longsor yang terjadi di Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, terkendala kondisi medan yang sulit. Material longsor berupa tanah dan bebatuan besar menutupi jalur utama, membuat proses pencarian dan penyelamatan berjalan lambat.
Bencana ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan selama beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi memicu tanah bergerak dan menimbulkan longsor yang menimpa beberapa pemukiman di kaki gunung.
Tim SAR, dibantu warga setempat, terus melakukan upaya evakuasi meski menghadapi risiko tinggi. Peralatan berat dan tim medis siaga di lokasi untuk menangani korban yang terluka akibat tertimpa material longsor.
Kondisi Medan Menjadi Tantangan Utama
Kepala Basarnas Bandung, Agus Pratama, menjelaskan bahwa medan di Gunung Burangrang cukup ekstrem. Bebatuan besar yang jatuh bersamaan dengan longsor menghalangi jalur akses, sehingga tim harus bekerja ekstra hati-hati.
Selain itu, beberapa titik longsor masih rawan terjadi susulan. Tim SAR harus melakukan pengamanan ekstra agar tidak menimbulkan korban tambahan. “Kami memprioritaskan keselamatan tim dan warga yang terdampak,” ujar Agus.
Warga sekitar turut membantu proses evakuasi dengan membawa alat sederhana. Meski sempat terhambat, kolaborasi antara tim profesional dan masyarakat lokal diharapkan mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun.
Baca Juga: Hati Hancur! Widia Jadi Korban Longsor Cisarua Sehari Setelah Ultah
Evakuasi Korban dan Penanganan Medis Darurat
Evakuasi dilakukan secara bertahap, mulai dari lokasi terdampak paling parah hingga area sekitarnya. Tim SAR membawa alat berat untuk memindahkan bebatuan besar agar korban bisa dijangkau.
Tim medis juga diterjunkan di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama. Korban yang terluka segera ditangani dan dibawa ke rumah sakit terdekat, sementara keluarga korban terus didampingi petugas agar tetap tenang.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan posko darurat dan bantuan logistik. Makanan, obat-obatan, dan selimut disalurkan kepada korban yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor. Posko ini juga menjadi pusat informasi bagi warga yang ingin mengetahui kondisi keluarga mereka.
Imbauan dan Antisipasi dari Pemerintah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengimbau warga sekitar Gunung Burangrang untuk tetap waspada. Hujan masih diprediksi turun dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko longsor susulan tetap tinggi.
Petugas menghimbau masyarakat agar tidak mendekati jalur longsor dan tetap mematuhi arahan tim SAR. Selain itu, masyarakat diimbau segera melaporkan kondisi tanah yang labil atau tanda-tanda retakan di lereng gunung untuk pencegahan lebih lanjut.
Pemerintah daerah berjanji akan memperkuat sistem peringatan dini dan menyiapkan jalur evakuasi alternatif. Kolaborasi antara warga, aparat keamanan, dan tim SAR diharapkan dapat meminimalkan korban dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Jangan lewatkan update berita seputaran NASIB RAKYAT, serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com