Hujan deras memicu longsor hebat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menimpa tiga kecamatan, Bae, Jekulo, dan Undaan.
Tanah dan bebatuan menutup jalan, beberapa rumah rusak, dan warga terpaksa mengungsi. Tim BPBD, TNI, dan Polri segera diterjunkan untuk evakuasi dan membersihkan akses jalan. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada, siapkan jalur evakuasi, serta melaporkan pergerakan tanah.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Longsor Terjang Tiga Kecamatan di Kudus
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebabkan longsor di sejumlah titik pada Jumat (10/1/2026) malam. Dampak longsor ini dirasakan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bae, Kecamatan Jekulo, dan Kecamatan Undaan. Longsor mengakibatkan tanah dan batu menutup jalan, mengganggu aktivitas warga.
Warga setempat panik saat melihat tanah longsor menutup akses jalan utama. Beberapa rumah yang berada di kaki bukit mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara warga langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kerugian materi masih dalam pendataan pihak kecamatan dan BPBD Kabupaten Kudus.
Petugas BPBD dan TNI/Polri segera diterjunkan untuk mengevakuasi warga terdampak dan membuka akses jalan yang tertutup. Langkah cepat ini dilakukan agar bantuan logistik dan tim evakuasi bisa masuk ke lokasi terdampak longsor.
Situasi Terkini dan Dampak Longsor
Di Kecamatan Bae, longsor menimpa sekitar lima rumah warga yang berada di tepi perbukitan. Tanah dan bebatuan menutupi halaman rumah dan sebagian jalan desa, sehingga mobilitas warga terganggu. Warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi ke tetangga dan balai desa.
Sementara itu, di Kecamatan Jekulo, longsor menutup akses jalan penghubung antar-desa, membuat kendaraan tidak bisa melintas. Beberapa lahan pertanian ikut tertimbun material longsor, sehingga petani mengalami kerugian akibat gagal panen sementara.
Di Kecamatan Undaan, longsor menyebabkan tanah bergerak di sekitar area pemukiman, namun belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Petugas setempat terus memantau stabilitas tanah karena hujan diperkirakan masih akan turun beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Lamongan Tenggelam! 1.840 Rumah Lenyap Ditelan Banjir Bengawan Jero, Kerugian Capai Miliaran Rupiah!
Penanganan dan Evakuasi Warga
BPBD Kabupaten Kudus bersama TNI/Polri melakukan evakuasi warga terdampak dengan mendirikan posko darurat di masing-masing kecamatan. Bantuan logistik, seperti makanan siap saji, selimut, dan air bersih, segera didistribusikan ke warga yang mengungsi.
Tim gabungan juga membersihkan material longsor yang menutup jalan, menggunakan alat berat dan gotong royong warga. Upaya ini bertujuan agar akses transportasi kembali lancar dan warga bisa beraktivitas normal.
Kepala BPBD Kudus, Heru Santoso, menyebut bahwa pihaknya akan terus memantau daerah rawan longsor, khususnya yang berbatasan dengan lereng bukit dan sungai. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari lokasi yang berpotensi longsor saat hujan deras.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
Pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor. Warga di daerah rawan diminta menyiapkan jalur evakuasi dan memastikan keluarga berada di tempat aman saat hujan lebat.
Selain itu, pemerintah setempat akan melakukan pengecekan terhadap lereng perbukitan dan area kritis untuk mengantisipasi longsor susulan. Pembuatan talud, gorong-gorong, dan drainase yang baik menjadi langkah preventif jangka panjang.
BPBD Kudus juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan setiap tanda pergerakan tanah atau retakan di rumah dan jalan. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana longsor di wilayah ini.
Jangan lewatkan update berita seputaran Indonesia Darurat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari metrotvnews.com
- Gambar Kedua dari jateng.suara.com
