Waspada! Sungai Lematang Meluap, Desa di PALI Hampir Terisolasi

Bagikan

Warga Desa di PALI diminta tetap waspada karena Sungai Lematang meluap, mengancam akses transportasi dan fasilitas.

Warga Desa di PALI diminta tetap waspada karena Sungai Lematang meluap

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Lematang telah menyebabkan debit air meningkat drastis, mengancam sejumlah desa di Tanah Abang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.​ Situasi ini memicu kekhawatiran serius akan potensi isolasi desa-desa tersebut.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.

Ancaman Isolasi Akibat Luapan Sungai Lematang

Sejak Rabu, 4 Februari 2026, debit air Sungai Lematang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ketinggian air bervariasi antara 5 sentimeter hingga 130 sentimeter, yang sudah cukup untuk menimbulkan genangan di beberapa area. Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi aparat setempat.

Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Desa Curup, di mana air tidak hanya menggenangi pekarangan rumah warga. Banjir bahkan sudah merambah badan jalan utama dan mulai masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman isolasi bukan lagi sekadar kemungkinan.

Jika curah hujan tetap tinggi dan debit air terus meningkat, akses jalan menuju sejumlah desa berpotensi terputus total. Kondisi ini dapat menyebabkan desa-desa tersebut terisolasi sepenuhnya, menghambat mobilitas warga serta pasokan kebutuhan pokok.

Peningkatan Debit Air Dan Dampaknya

Peningkatan debit air Sungai Lematang dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus. Selain itu, air kiriman dari wilayah hulu seperti Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Muara Enim turut memperparah situasi ini. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan sungai tidak mampu menampung volume air yang besar.

Patroli dan monitoring langsung telah dilakukan oleh Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan beserta jajarannya sejak pagi hari pada Rabu, 4 Februari 2026. Mereka memantau langsung desa-desa yang terdampak banjir untuk mengidentifikasi area yang paling rentan dan memberikan peringatan dini kepada warga.

Pemantauan ketat ini mengungkapkan bahwa air sudah memasuki pekarangan warga dan di beberapa titik bahkan mulai merendam lantai rumah. Petugas di lapangan disiagakan penuh untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang bisa berubah dengan cepat.

Baca Juga: TPT Sungai Cileueur Ambrol! Dua Rumah Warga di Ambang Longsor

Imbauan Waspada Dan Kesiapsiagaan Aparat

 Imbauan Waspada Dan Kesiapsiagaan Aparat

Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari banjir yang mungkin terjadi.

Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan menekankan pentingnya warga untuk waspada terhadap kondisi ini. Pihak kepolisian bersama instansi terkait terus berjaga dan memantau perkembangan debit air Sungai Lematang secara intensif. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan.

Hingga saat ini, warga yang terdampak masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing atau mengungsi sementara ke rumah keluarga yang dianggap lebih aman. Situasi ini menunjukkan bahwa mereka sedang mencari solusi adaptif di tengah ancaman banjir.

Koordinasi Dan Langkah Antisipasi Darurat

Pihak kepolisian telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah menyiapkan posko siaga banjir.

Posko siaga ini akan menjadi pusat koordinasi dan bantuan jika kondisi memburuk. Selain itu, langkah-langkah evakuasi darurat juga telah disiapkan secara matang. Semua persiapan ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian dan memastikan keselamatan warga.

Kesigapan seluruh pihak, baik dari masyarakat maupun aparat, sangat dibutuhkan dalam menghadapi potensi bencana ini. Kolaborasi yang baik akan memastikan penanganan yang efektif dan responsif terhadap setiap perubahan kondisi di lapangan.

Jangan lewatkan update berita seputaran Indonesia Darurat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari palembang.tribunnews.com

Similar Posts