Cuaca ekstrem picu banjir dan longsor di Ciamis rumah terendam, akses jalan tertutup, warga terdampak berjuang selamatkan diri.
Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di wilayah Ciamis. Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir meluas dan longsor di sejumlah titik, mengganggu aktivitas warga serta merusak infrastruktur. Air yang meluap merendam permukiman, sementara material longsor menutup akses jalan utama. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada dan bersiap menghadapi potensi bencana susulan.
Temukan beragam rangkuman informasi menarik seputar dinamika kehidupan masyarakat dari berbagai penjuru negeri yang dapat memperkaya wawasan dan sudut pandang Anda. Sajian mendalam dan aktual ini bisa Anda ikuti selengkapnya hanya di Indonesia Darurat sumber informasi yang mengulas realita sosial secara tajam dan terpercaya.
Cuaca Ekstrem Picu Rentetan Bencana Di Kabupaten Ciamis
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis sepanjang akhir pekan, Sabtu hingga Minggu (21–22 Februari 2026), memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Intensitas curah hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor dalam waktu berdekatan. Beberapa kecamatan dilaporkan mengalami kejadian serupa, mulai dari genangan air yang merendam permukiman hingga tebing ambrol yang menutup akses jalan. Kondisi ini sempat mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi setempat.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat titik bencana tersebar di sejumlah desa. Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) langsung diterjunkan untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa faktor utama pemicu kejadian adalah tingginya intensitas hujan dalam waktu cukup lama. Kondisi geografis serta minimnya sistem drainase di beberapa lokasi turut memperparah dampak.
Longsor Di Baregbeg Ancam Badan Jalan Penghubung Desa
Salah satu peristiwa longsor terjadi di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg, pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB. Tebing di bahu jalan kabupaten ambrol setelah diguyur hujan deras tanpa dukungan saluran air yang memadai. Material tanah yang longsor membentang sekitar 22 meter dengan tinggi tebing mencapai 12 meter. Longsoran tersebut menimpa selokan dan area persawahan di sekitar lokasi, serta mengancam badan jalan penghubung Desa Saguling dan Sukamulya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Aparat setempat segera memasang garis pembatas di sekitar titik longsor guna mencegah kecelakaan serta membatasi aktivitas warga di area rawan. Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan tembok penahan tanah untuk mencegah longsor susulan. Evaluasi terhadap sistem drainase juga menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Gempa 5,2 SR Guncang Agam, Getaran Terasa Hingga Padang dan Mentawai
Banjir Rendam Permukiman Di Kecamatan Lakbok
Selain longsor, banjir juga melanda Desa Cintajaya Kecamatan Lakbok, pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB. Debit air meningkat drastis setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Diduga kapasitas drainase yang tidak mencukupi menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Sebanyak 29 rumah terdampak, terdiri dari 21 rumah di Dusun Nambo dan 8 rumah di Dusun Pondok Hunyur.
Dua kepala keluarga dengan total enam jiwa sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meski demikian, kondisi berangsur membaik setelah air mulai surut pada malam hari. Petugas BPBD menyalurkan bantuan logistik berupa makanan dan melakukan penyedotan sisa genangan air. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan serta mengurangi risiko penyakit pascabanjir.
Sungai Meluap Dan Longsor Putus Akses Antar Kecamatan
Masih di Kecamatan Lakbok, banjir turut terjadi di Dusun Kiarapayung, Desa Puloerang. Sungai Cikubanglanggir yang tersumbat sampah meluap dan merendam sekitar 10 rumah dengan ketinggian air mencapai 45 sentimeter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai. Air dilaporkan surut pada Minggu dini hari setelah hujan berhenti dan aliran kembali lancar.
Sementara itu, longsor besar terjadi di Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas pada Sabtu sore. Tebing setinggi sekitar 150 meter dan lebar 20 meter runtuh hingga menutup ruas Jalan Cimaragas menuju Cidolog sepanjang kurang lebih 150 meter. Akibatnya, akses antar kecamatan tersebut terpaksa ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan. Bahkan, pada keesokan harinya badan jalan di titik yang tak jauh dari lokasi kembali ambles sehingga penutupan total diberlakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Ancaman Longsor Susulan Dan Imbauan Kewaspadaan
Longsor juga terjadi di Dusun Cikadongdong Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti pada Minggu siang. Tanah di tepi jalan desa ambrol sepanjang 20 meter dengan tinggi tebing sekitar 30 meter. Dua rumah warga dilaporkan berada dalam kondisi terancam terdampak jika terjadi longsor lanjutan. Untuk sementara, akses jalan ditutup bagi kendaraan roda empat guna menghindari risiko kecelakaan.
Peristiwa serupa terjadi di Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya, saat tebing setinggi tujuh meter longsor dan sempat menutup jalan antar RT. Satu bangunan madrasah ikut terdampak sebelum warga bersama aparat desa melakukan kerja bakti membersihkan material tanah.
BPBD Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung lama. Edukasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Nikmati sajian informasi menarik, eksklusif, dan terpercaya setiap hari hanya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.google.com
