Tragedi banjir bandang di Buleleng, seorang ayah tewas saat berusaha menyelamatkan mobilnya, tragisnya, sang anak hingga kini masih hilang.
Keputusan yang diambil dalam hitungan detik saat bencana datang bisa berujung tragis. Itulah yang terjadi dalam peristiwa banjir bandang di Buleleng. Seorang ayah nekat mencoba menyelamatkan mobilnya dari terjangan air yang datang tiba-tiba.
Namun, upaya tersebut justru berakhir pilu: nyawanya tak tertolong, sementara sang anak hingga kini masih dinyatakan hilang. Bagaimana sebenarnya kronologi kejadian yang mengguncang warga ini? Simak kisah lengkapnya berikut ini hanya di Indonesia Darurat.
Banjir Bandang Terjang Desa Banjar
Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat malam (6/3). Air yang meluap secara tiba-tiba menyeret sejumlah warga dan menyebabkan kepanikan di lingkungan permukiman.
Peristiwa tersebut terjadi ketika debit air meningkat dengan cepat akibat curah hujan tinggi. Dalam waktu singkat, aliran air berubah menjadi arus deras yang menyapu area sekitar rumah warga dan jalan lingkungan. Beberapa warga dilaporkan tidak sempat menyelamatkan diri.
Akibat kejadian ini, sedikitnya empat warga dilaporkan terseret arus banjir bandang. Tim penyelamat bersama warga setempat langsung melakukan pencarian untuk menemukan para korban yang hilang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ayah Tewas Saat Berusaha Selamatkan Mobil
Salah satu korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Dewa Ketut Adi Suarjana (55). Ia diduga terseret arus saat berusaha menyelamatkan mobil miliknya yang terparkir di depan rumah.
Menurut keterangan saksi, korban sempat masuk ke mobil ketika air mulai naik dengan cepat. Namun banjir bandang datang secara tiba-tiba dan menyeret kendaraan serta korban sebelum sempat menyelamatkan diri.
Tim SAR akhirnya menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Baca Juga: Tak Disangka! Bencana Bertubi-Tubi Hantam Sumsel, Puluhan Ribu Keluarga Jadi Korban
Satu Keluarga Jadi Korban Banjir
Selain Dewa Ketut Adi Suarjana, banjir bandang tersebut juga menyeret seorang perempuan bernama Komang Suci (44) bersama dua anaknya. Peristiwa ini membuat satu keluarga menjadi korban dalam bencana tersebut.
Dua korban lainnya yang kemudian ditemukan meninggal dunia adalah Komang Suci dan anaknya Kadek Wahyu yang masih berusia 12 tahun. Penemuan ini menambah daftar korban tewas akibat bencana tersebut.
Sementara itu, satu korban lainnya yakni Putu Wini (17) masih dinyatakan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar aliran sungai dan area yang diduga menjadi lokasi terseretnya korban.
Pencarian Korban Masih Terus Dilakukan
Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terus melakukan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah pesisir.
Proses pencarian sempat mengalami kendala, terutama saat malam hari karena kondisi gelap dan jarak pandang terbatas. Oleh sebab itu, pencarian lebih difokuskan pada siang hari agar proses penyisiran dapat berjalan lebih efektif.
Petugas juga memperluas area pencarian karena kemungkinan korban terbawa arus cukup jauh dari titik awal kejadian. Tim berharap korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Bencana banjir bandang ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras terjadi dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat memicu banjir secara tiba-tiba.
Pemerintah daerah dan tim terkait juga mengimbau warga agar segera mengungsi atau menjauh dari area rawan banjir ketika debit air mulai meningkat. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa.
Peristiwa pilu di Buleleng ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Banyak pihak berharap upaya pencarian korban terakhir segera membuahkan hasil sehingga keluarga dapat memperoleh kepastian.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari koranjuri.com
