Banjir di Bone semakin parah setelah sungai meluap dan air laut pasang, merendam permukiman serta melumpuhkan aktivitas warga.
Hujan deras sejak Kamis (7/5/2026) hingga Jumat (8/5/2026) menyebabkan sungai meluap dan banjir di Bone makin parah. Ratusan rumah terendam dan aktivitas warga lumpuh di beberapa kecamatan. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, turun langsung memantau kondisi dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Sungai Meluap Banjiri Pusat Kota
Hujan deras selama hampir 10 jam tanpa henti menjadi pemicu utama meluapnya sungai di Kabupaten Bone. Aliran air yang awalnya biasa menjadi hebat dan mulai menggenangi jalan raya, halaman rumah, hingga area perkantoran. Wilayah Watampone, pusat pemerintahan Bone, menjadi salah satu yang paling terdampak .
Genangan air naik cepat sejak dini hari, sehingga warga tidak sempat mengungsi atau menyelamatkan barang berharga. Banyak rumah yang langsung terendam hingga bagian bawah, bahkan beberapa bangunan rusak karena tekanan air yang kuat. Beberapa area jalan utama tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga distribusi logistik dan bantuan terganggu .
Kondisi ini memaksa warga sekitar kawasan pusat kota mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti rumah warga di lantai atas atau bangunan bertingkat. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan BPBD terus mengimbau warga untuk tidak mengabaikan peringatan dini. Warga diimbau siap siaga dan menghindari lokasi rawan longsor atau tepi sungai.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pasang Air Laut Perparah Genangan
Selain meluapnya sungai, air laut pasang turut memperparah kondisi banjir di Bone. Di kawasan pesisir, ketinggian genangan air mencapai sekitar dua meter karena air laut membalik masuk ke daratan. Banjir rob ini membuat proses pengeringan genangan menjadi lebih lama .
Kecamatan yang berada di pinggir laut, seperti Tanete Riattang Timur, mengalami banjir ganda: dari hujan dan sungai yang meluap, ditambah dorongan air laut pasang. Kombinasi ini membuat air sulit surut bahkan setelah hujan berhenti. Warga di sekitar pantai mengalami kerugian material dan harus mengungsi lebih lama.
BPBD dan relawan terus memantau kondisi pasang surut air laut untuk memperkirakan kapan air bakal mulai turun. Di sisi lain, warga juga diberi imbauan untuk tidak nekat menyebrang genangan jika air tampak deras atau gelap. Potensi arus kuat dan sampah hanyutan bisa membahayakan keselamatan warga yang berusaha beraktifitas di tengah banjir.
Baca Juga:Â Nama Dirjen Djaka Budi Terseret Kasus Suap Bea Cukai, Ini Kronologinya!
Dampak ke Tiga Kecamatan Utama
Banjir kali ini paling parah di tiga kecamatan, Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang Barat. Di zona ini, ratusan rumah terendam dengan ketinggian air antara 50 sentimeter hingga beberapa meter. Warga yang rumahnya terendam harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik di rumah kerabat atau pos‑pos pengungsian.
Beberapa fasilitas umum, seperti kantor kepolisian dan kejaksaan, juga ikut terendam sehingga aktivitas pelayanan publik terganggu. Jalan-jalan utama yang biasanya menjadi pusat perdagangan dan transportasi menjadi sulit dilalui, sehingga warga kesulitan beraktivitas sehari‑hari. Listrik dan jaringan telekomunikasi pun sempat terganggu di beberapa titik.
Pemerintah daerah mulai melakukan pendataan korban dan jumlah rumah yang terdampak untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Warga yang mengungsi diharapkan sabar menunggu hingga air mulai surut dan pihak berwenang menyatakan kondisi lingkungan lebih aman. Selama itu, warga bisa memanfaatkan posko bencana untuk mendapatkan informasi terbaru dan logistik darurat.
Gerak Cepat Bupati dan Penanganan Darurat
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, langsung meluncur ke lokasi terdampak untuk memastikan respons penanganan cepat dan tepat. Ia meninjau beberapa titik banjir sambil terobos genangan air untuk berdialog langsung dengan warga. Kunjungan ini menunjukkan komitmen Pemkab Bone untuk langsung merespons bencana .
Di lokasi, Bupati menginstruksikan BPBD, dinas terkait, dan relawan untuk memprioritaskan evakuasi warga, terutama lansia, ibu hamil, anak, dan penyandang disabilitas. Bantuan seperti makanan, air bersih, selimut, dan tenda pengungsian segera didistribusikan ke lokasi yang paling parah terdampak. Pemerintah juga menyiagakan tim medis di sekitar posko.
Selain itu, Bupati mengimbau warga untuk tidak mengabaikan rasa waspada dan tidak bertindak sembarangan di tengah banjir. Pemerintah daerah terus mengingatkan warga untuk memantau imbauan resmi melalui media lokal dan media sosial resmi. Langkah‑langkah ini diharapkan bisa meminimalkan korban jiwa dan mempercepat pemulihan kondisi Kabupaten Bone setelah banjir mereda.
Jangan lewatkan update berita seputaran Indonesia Darurat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari bone.go.id
- Gambar Kedua dari bone.go.id
