Update Longsor Bandung Barat, 10 Korban Meninggal Kembali Ditemukan

Bagikan

Bencana longsor kembali melanda wilayah Bandung Barat, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di permukiman penduduk.

Update Longsor Bandung Barat, 10 Korban Meninggal Kembali Ditemukan

Tim SAR dilaporkan berhasil menemukan 10 kantong jenazah di lokasi terdampak, menambah jumlah korban yang sebelumnya masih dalam proses pencarian.

Material tanah yang bergerak cepat menyebabkan rumah-rumah warga tertimbun, membuat evakuasi menjadi proses yang sulit dan berisiko tinggi. Kejadian ini menambah catatan panjang bencana alam di wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi.

Tim SAR terus bekerja di lapangan dengan perlengkapan lengkap, memanfaatkan alat berat serta peralatan pencarian manual untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Fokus utama adalah mengevakuasi korban sekaligus memastikan keselamatan tim dalam kondisi medan yang labil. Proses pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari, mengikuti protokol keselamatan untuk mengurangi risiko longsor susulan.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Kronologi Kejadian Longsor

Longsor terjadi pada dini hari ketika sebagian warga sedang beristirahat. Hujan deras selama beberapa jam membuat tanah di perbukitan jenuh air, sehingga longsor terjadi secara tiba-tiba.

Beberapa rumah warga langsung tertimbun tanah dan batu, memaksa warga setempat melakukan evakuasi dengan bantuan tetangga sebelum tim SAR tiba.

Warga yang selamat sebagian mengalami luka ringan, sementara jumlah korban jiwa bertambah seiring temuan kantong jenazah baru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat titik rawan longsor di Bandung Barat berada di wilayah perbukitan dengan kemiringan tinggi dan drainase buruk.

Peristiwa ini kembali menunjukkan risiko yang dihadapi masyarakat yang tinggal di dekat lereng bukit, khususnya saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Kecepatan gerakan tanah membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga penanganan cepat menjadi sangat penting.

Proses Pencarian Korban

Tim SAR menggunakan metode pencarian sistematis, mulai dari titik-titik terdampak berat hingga area yang belum tersentuh.

Alat berat seperti ekskavator digunakan untuk memindahkan material besar, sementara anggota tim menyisir lokasi dengan hati-hati untuk menemukan korban yang mungkin masih tertimbun.

Proses ini memerlukan koordinasi dengan tim medis, relawan, dan aparat setempat untuk memastikan setiap jenazah dapat dievakuasi dengan layak.

Selain pencarian korban, tim juga fokus pada identifikasi lokasi rawan longsor tambahan. Pemantauan dilakukan menggunakan drone dan sensor untuk mendeteksi pergerakan tanah yang mencurigakan.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko cedera pada tim pencari sekaligus meminimalkan kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Baca Juga: Bencana Menerkam Batang, Ribuan Jiwa Terdampak Banjir Dan Longsor, Ada Apa Gerangan?

Upaya Penanganan Pascabencana

Upaya Penanganan Pascabencana

Penanganan pascabencana difokuskan pada evakuasi korban, pengamanan lokasi rawan longsor, dan bantuan logistik untuk warga terdampak.

Tim SAR bersama aparat setempat terus bekerja dengan relawan untuk mengevakuasi sisa korban sekaligus membersihkan akses jalan agar bantuan dapat masuk ke lokasi.

Pemerintah daerah menyediakan tenda darurat, makanan siap saji, serta layanan medis untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi selama masa darurat.

Selain itu, tim teknis melakukan survei terhadap kondisi lereng yang longsor untuk menentukan titik aman bagi pembangunan kembali.

Pendataan korban, kerusakan rumah, serta fasilitas umum dilakukan secara menyeluruh agar pemulihan dapat dilakukan secara efektif.

Proses pembersihan material longsor dan pengamanan jalur evakuasi menjadi prioritas utama untuk mencegah risiko tambahan pada warga dan tim SAR.

Dampak Terhadap Masyarakat

Longsor ini meninggalkan dampak serius bagi masyarakat sekitar. Puluhan rumah rusak parah, sejumlah warga kehilangan tempat tinggal, dan akses jalan menjadi terputus akibat material tanah yang menimbun jalan utama.

Aktivitas warga terhenti sementara karena proses evakuasi dan pembersihan lokasi memerlukan waktu lama. Listrik serta jaringan komunikasi terganggu di beberapa titik, memperlambat koordinasi bantuan bagi korban yang selamat.

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling terdampak karena kondisi rumah yang hancur serta ketidakpastian tempat tinggal.

Layanan darurat terus berupaya menyalurkan bantuan berupa tenda darurat, makanan, dan air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi selama proses evakuasi berlangsung.

Lingkungan sekitar juga menjadi zona berbahaya hingga material longsor dibersihkan dan tanah kembali stabil. Dapatkan info menarik setiap hari yang eksklusif dan terpercaya hanya di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari antaranews.com

Similar Posts