Bencana banjir mendadak menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, dan menyisakan kepanikan mendalam bagi warga.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah pegunungan dan pesisir dalam waktu cukup lama.
Warga mengaku tidak sempat menyelamatkan banyak barang karena air datang tiba-tiba disertai suara gemuruh keras yang terdengar dari arah hulu sungai dan lereng bukit.
Suara tersebut menjadi pertanda awal bahaya. Beberapa saksi mata menyebut bunyinya seperti batu besar bergeser dan kayu saling berbenturan, menandakan derasnya aliran air yang membawa material alam.
Dalam hitungan menit, air cokelat pekat meluap dan menyapu permukiman yang berada di dataran rendah. Situasi berubah mencekam ketika arus semakin kuat dan menutup akses jalan desa.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Indonesia Darurat.
Air Bah Disertai Material Kayu Dan Lumpur
Banjir yang menerjang Sitaro bukan hanya membawa air, tetapi juga lumpur tebal, bebatuan, dan potongan kayu besar. Material tersebut memperparah dampak kerusakan karena menghantam rumah warga, jembatan kecil, serta fasilitas umum. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat pada bagian dinding dan fondasi akibat terjangan arus bercampur material keras.
Warga yang tinggal di dekat aliran sungai menjadi kelompok paling terdampak. Air naik dengan cepat hingga mencapai dada orang dewasa. Beberapa kendaraan terseret arus, sementara perabot rumah tangga tidak sempat diselamatkan.
Kondisi ini memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan peralatan seadanya, bahkan sebagian harus dievakuasi menggunakan perahu darurat.
Upaya Menyelamatkan Diri
Kepanikan melanda warga saat listrik padam dan komunikasi terputus di sejumlah titik. Dalam kondisi gelap dan hujan masih turun, warga berusaha menyelamatkan anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia. Suara teriakan saling memanggil terdengar di tengah derasnya air dan hujan, menciptakan suasana darurat yang penuh kecemasan.
Beberapa warga mengaku hanya sempat membawa pakaian di badan. Dokumen penting dan barang berharga tertinggal karena fokus utama adalah menyelamatkan nyawa.
Meski diliputi ketakutan, solidaritas antarwarga terlihat kuat. Mereka saling membantu mengevakuasi tetangga dan memberikan perlindungan sementara di rumah yang berada di lokasi lebih aman.
Baca Juga: Tak Peduli Kewenangan! Menteri PU Janji Perbaiki Infrastruktur Rusak
Respons Cepat Aparat
Setelah menerima laporan banjir, aparat setempat bersama tim penanggulangan bencana segera turun ke lokasi. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas dan warga, mengingat arus air masih deras di beberapa wilayah. Posko darurat didirikan untuk menampung warga terdampak sekaligus menjadi pusat distribusi bantuan.
Tim gabungan melakukan pendataan kerusakan rumah, infrastruktur, serta kebutuhan mendesak warga. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, selimut, dan layanan kesehatan darurat mulai disalurkan. Aparat juga mengimbau warga untuk tetap waspada karena potensi hujan susulan masih dapat memicu banjir lanjutan.
