Banjir melanda Kecamatan Batangan, Pati, setelah tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan jebol akibat hujan deras semalaman.
Peristiwa Banjir ini terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026 dini hari, dan menyebabkan ratusan rumah warga di Desa Ketitangwetan serta Desa Raci terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini juga mengganggu aktivitas warga serta akses jalan antarpermukiman di dua desa terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ Indonesia Darurat.
Hujan Deras dan Awal Jebolnya Tanggul
Berdasarkan keterangan warga, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Batangan sejak malam hingga dini hari. Kondisi tersebut membuat debit air Sungai Widodaren meningkat secara signifikan. Sekitar pukul dini hari, tanggul di Desa Ketitangwetan tidak mampu menahan tekanan air hingga akhirnya jebol.
Jebolnya tanggul terjadi setelah beberapa jam hujan terus-menerus tanpa jeda. Air sungai kemudian meluap dan mulai memasuki kawasan permukiman warga di sekitar bantaran sungai. Situasi berlangsung cepat sehingga warga tidak memiliki banyak waktu untuk mengantisipasi luapan air.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa hujan deras sudah berlangsung sejak malam sebelumnya. Kondisi tanah yang jenuh air mempercepat kerusakan struktur tanggul yang sudah lama menjadi titik rawan banjir di wilayah tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Luapan Air Mulai Masuk Permukiman
Setelah tanggul jebol, air Sungai Widodaren langsung mengalir deras menuju pemukiman warga. Genangan mulai terlihat di jalan desa dan halaman rumah tidak lama setelah kejadian. Air terus meninggi seiring aliran sungai yang tidak terkendali.
Di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci, banjir meluas hingga ke sejumlah RT yang berada dekat aliran sungai. Aktivitas warga langsung terganggu karena air dengan cepat memasuki rumah-rumah penduduk. Kondisi ini membuat warga harus mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
Laporan di lapangan menyebutkan bahwa genangan air di beberapa titik tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menutup akses jalan desa. Kendaraan bermotor sulit melintas karena tingginya air yang menggenangi badan jalan.
Baca Juga:Ā Eks Wamenaker Noel Kena Tuntutan Berat 5 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Dampak Banjir di Dua Desa
Banjir akibat jebolnya tanggul Widodaren berdampak pada dua desa utama, yakni Ketitangwetan dan Raci. Di wilayah ini, puluhan hingga ratusan rumah warga terdampak genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu aktivitas harian warga, termasuk mobilitas menuju fasilitas umum. Beberapa warga terpaksa bertahan di rumah sambil menunggu air surut. Kondisi ini membuat situasi di permukiman menjadi lebih terbatas.
Aparat setempat bersama warga melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk melihat perkembangan ketinggian air. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga di area yang paling dekat dengan aliran sungai.
Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini
Setelah kejadian, pihak terkait langsung melakukan langkah awal penanganan di lokasi tanggul yang jebol. Upaya darurat dilakukan untuk mengurangi laju aliran air menuju permukiman warga.
Penanganan sementara dilakukan dengan mengarahkan aliran air agar tidak semakin meluas ke wilayah permukiman yang lebih padat penduduk. Warga juga ikut membantu dalam upaya pengamanan lingkungan sekitar.
Hingga laporan terakhir, genangan masih terlihat di sejumlah titik permukiman. Kondisi air mulai berangsur stabil, namun warga masih diminta tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air susulan.
Jangan lewatkan update berita seputaranĀ Indonesia DaruratĀ serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari rmoljawatengah.id
- Gambar Kedua dari detik.com
