Curah hujan tinggi di wilayah hulu Gunung Semeru menyebabkan banjir yang merendam kawasan Sukodono, Lumajang, dan mengganggu aktivitas warga.
Banjir bandang merambah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, 16 Mei 2026. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah hulu di lereng Gunung Semeru sejak Kamis malam 15 Mei 2026, yang kemudian menyebabkan Sungai Menjangan meluap dan merendam ratusan rumah warga.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ Indonesia Darurat.
Penyebab Banjir
Banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari kawasan lereng Gunung Semeru. BPBD Lumajang menyebut intensitas hujan di wilayah hulu Kecamatan Senduro, Gucialit, dan Pasrujambe sangat tinggi sejak Kamis (14/5) malam hingga Jumat (15/5) dini hari.
Meski kabupaten ini sudah memasuki musim kemarau, curah hujan di area hulu tetap tinggi. Fenomena ini membuat aliran sungai meluap ke pemukiman warga di kawasan hilir, khususnya di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.
Sungai Menjangan menjadi pembawa utama air bah yang menghantam permukiman. Peningkatan debit air secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat bersiap, sehingga banjir datang dengan cepat dan merendam rumah dalam hitungan menit.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Dampak ke Warga
Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Dusun Biting RW 08, 09, dan 10, Desa Kutorenon. Genangan juga terjadi di Dusun Krajan II dan Dusun Sekarputih, Desa Sumberejo, dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter di beberapa titik.
Pada titik terdalam, ketinggian air mencapai 1,5 meter, merendam 300 rumah di Dusun Biting Satu dan Biting Dua. Kondisi ini membuat sebagian warga kehilangan akses ke tempat aman dan terpaksa dievakuasi oleh tim BPBD.
Selain rumah, sawah siap panen juga ikut terendam. Beberapa warga melaporkan padi yang sudah menguning kini terancam gagal panen karena air yang masih menggulung di permukaan lahan pertanian.
Baca Juga:Ā Heboh! Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Keadilan RI Dipertanyakan
Penanganan Darurat
BPBD Lumajang bergerak cepat menangani banjir luapan dari lereng Gunung Semeru. Tim evakuasi langsung dikerahkan ke lokasi untuk menolong lansia dan warga yang terjebak di dalam rumah tergenang.
Pada Jumat (15/5/2026) pagi, empat warga berhasil dievakuasi ke Puskesmas Sukodono untuk mendapatkan penanganan kesehatan. Sisanya tetap diungsikan ke tempat aman di sekitar desa yang belum tergenang.
Tim BPBD juga mulai melakukan penyebaran bantuan logistik dan makanan bagi warga yang terdampak. Para korban yang rumahnya terendam kini bergantung pada bantuan eksternal untuk kebutuhan sehari-hari.
Ancaman di Musim Kemarau
Fakta bahwa banjir melanda saat musim kemarau menjadi sorotan publik. Curah hujan tinggi di wilayah hulu Gunung Semeru terbukti bisa memicu bencana bahkan di luar musim penghujan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan pola cuaca semakin sulit diprediksi dan perlu perhatian serius dari berbagai pihak.
Kondisi ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga terhadap banjir lahar dingin dan luapan sungai. Meskipun cuaca di area dataran rendah sudah terasa kering, hulu masih bisa mengalami hujan deras yang berakibat fatal. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan perlu terus digencarkan hingga ke tingkat desa.
Pemerintah daerah mulai merencanakan langkah mitigasi jangka panjang. Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah penguatan sistem peringatan dini dan normalisasi aliran sungai di kawasan rawan banjir di Sukodono. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan keselamatan masyarakat di masa mendatang.
Jangan lewatkan update berita seputaranĀ Indonesia DaruratĀ serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari bloombergtechnoz.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com
